Generasi unggul - GBPM Training
Menu
Mau Ganteng ? Pinter ? Jati Diri ? Profesional ? Gabung Sekarang - GRATIS !

Generasi unggul

May
12
2017
by : khamim sholikhuddin. Posted in : Management Qolbu

Foto-Aa'-Gym

Generasi unggul

Maha perkasa Allah Azza wa Jalla, zat yang memiliki segala kemuliaan dan keagungan. Allah meningkatkan derajat Siapa saja yang dikehendakinya dan merendahkan Siapa saja yang dikehendakinya. Namun, sesungguhnya kemuliaan dan kehinaan yang menimpa seorang hamba itu merupakan akibat dari segala amalnya. Karena, demi Allah, Allah tidak akan pernah dzalim terhadap hamba-nya.

Betapa banyak orang yang cukup potensial tetapi tidak bisa menjadi unggul. Faktor penyebabnya adalah karena belum sampai ilmunya sehingga tidak tahu tahap-tahap yang perlu dilakukan. Seorang wiraswastawan muslim, misalnya, seringkali dalam memproduksi sesuatu kalah bersaing dengan produk serupa yang diproduksi pengusaha non muslim. Padahal, semangatnya sangat tinggi.” kita harus membikin produksi yang Islami.” akan tetapi, karena tidak tahu ilmunya, seringkali hasilnya sangat jauh dari yang diharapkan.

Faktor yang harus segera diantisipasi dari sekarang adalah mengapa ” mereka ” mempunyai kesempatan menjadi unggul? Ternyata, mereka menjadi unggul karena mempunyai daya atau kemampuan yang sangat gigih untuk meningkatkan mutu diri. Tegasnya, mereka memiliki kemampuan memacu dan menempa diri lebih daripada orang lain.

Artinya, kalau orang ingin belajar 5 jam, maka seseorang yang akan mempunyai masa depan unggul akan bisa tahan belajar dalam waktu 6 jam atau 7 jam. Kalau orang lain bekerja 7 jam dalam sehari, maka ia akan sanggup bekerja selama 9 jam. Sehingga, tiga hari ia punya bonus waktu rata-rata 2 jam untuk menempa keunggulannya., sayangnya, umat Islam seperti belum mampu melakukan hal semacam itu. Pertama, yang harus dilakukan untuk memilih masa depan unggul adalah dia harus mempunyai kemampuan mengoreksi mentalnya supaya bisa lebih ulet dalam menempat diri dibanding orang lain. Segala bentuk kemaslahatan harus segera dihindari kalau kita ingin ber masa depan cerah.

Kedua, yang tak kalah pentingnya adalah faktor lingkungan atau sistem yang harus konduktif yang mampu merangsang kita untuk berprestasi. Rasulullah s a w pernah bersabda, bahwa seseorang itu sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Barang siapa bergaul dengan pandai besi, dia akan bau bakaran atau bahkan akan pernah merasakan salah satu anggota tubuhnya terbakar. Akan tetapi, barangsiapa yang bergaul dengan penjual minyak wangi, maka tubuh atau bajunya akan ikut menjadi wangi.

Ini menunjukkan betapa lingkungan atau sistem itu akan sangat berpengaruh terhadap orang untuk menjadi unggul, atau sebaliknya. Dengan demikian, kalau sistem sudah dibuat unggul, maka setiap orang yang berada di dalam sistem tersebut akan terpacu.

Ketiga, silaturahmi. Di dalam ajaran islam bersilaturahmi itu sangat besar manfaatnya, diantaranya dapat memperpanjang umur dan memperbanyak rejeki. Pengertian memperbanyak rejeki ini dimensinya amat luas. Di antara rejeki yang terbesar adalah ilmu. Ketika Nabi Sulaiman ditanya oleh Allah, Apakah ia akan memilih harta atau ilmu ternyata ia langsung memilih ilmu.

Nah, siapa saja yang ingin menjadi muslim unggul hendaknya mempunyai program untuk bersilaturahmi dengan berbagai kalangan. Mengapa demikian? Karena hikmah dari setiap pertemuan itu Niscaya akan membangkitkan inspirasi ataupun mampu melihat sisi lain dari suatu kehidupan.. Hal ini penting untuk melihat bakat apa yang ada pada diri kita.

Hemat penulis ini sangat rasional. Kita harus mempunyai peluang Yang lebih baik karena hidup ini hanya sekali. Kalau kita gagal, Kapan lagi sukses ini akan diraih? Kita harus mempunyai visi yang bagus. Bayangkanlah, bila kita sukses dalam hidup berhasil atau kalaupun ini tidak tercapai, paling tidak kita mempunyai karya yang bermutu. Ini akan membuat semua orang di sekeliling kita ikut bangga dengan keberhasilan kita.

Namun, Bagaimana menurut pendapat pembaca jika ada orang yang sukses dalam pendidikannya bahkan lulus dalam yudisium cum laude, tetapi Begitu keluar kampus lantas tangannya diborgol pihak berwajib? Lebih lanjut lagi, Bagaimana jika seseorang di dunia berhasil menjadi manusia unggul, tetapi di akhirat ternyata masuk neraka.

Jadi, Berbicara masalah keunggulan atau kesuksesan ternyata tidak cukup bila hanya unggul di dunia saja. Kita butuh suatu sistem atau pola yang membuat kita tidak hanya unggul di dunia, tapi juga di akhirat. Sebab, begitu banyak manusia yang unggul dan mempunyai suatu karya besar di dunia tetapi menjadi celaka dan hina dina di akhirat. Bukankah bom atom itu merupakan karya unggul dan Hitler itu adalah manusia unggul? Bukankah di dunia pun keduanya merupakan sumber Petaka. Hitler menjadi orang yang paling dikutuk oleh berjuta orang yang pernah merasakan penderitaan akibat ulahnya?

Saya berharap dari tulisan ini kita mendapatkan suatu formula yang membuat kita bisa unggul di dunia dan keunggulan di dunia ini bisa membuat kita sukses di akhirat.

Untuk menjadi seorang manusia unggul yang terpenting adalah harus mempunyai kejernihan berpikir. Secara ilmiah, jelas bahwa orang yang memiliki kemampuan kontrol emosi dan pengendalian pikiran yang baik, dia akan berbuat dan berpikir dengan benar. Karena setiap orang yang tidak baik mengontrol emosinya, dia tidak akan bisa melakukan sesuatu dengan tepat dan tidak akan bisa menggali potensi terbesar yang ada pada dirinya. Tegasnya, hanya orang-orang yang punya kemampuan mengendalikan diri dengan baik yang akan tampil unggul.

Al Quran menjawab, konsep yang terpenting agar seseorang bisa berpikir jernih dan tertuntun dengan baik adalah ” ala bidzikrillahi tathmainnul Qulub… Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram “ ( QS ar-ra’d [13] : 28 ). Dengan kata lain, siapapun yang ingin mendapatkan kemampuan menggali potensi yang ada, sehingga dia menjadi orang yang sanggup menguasai diri, sanggup berpikir dan bertindak jernih, maka kunci utamanya adalah harus mempunyai keahlian berpikir kepada Allah. Tanpa ini, sungguh berbahaya karena orang yang mempunyai keunggulan tanpa ingat kepada Allah, niscaya keunggulan itu akan menjadi alat kebinasaan dan kehinaan baik bagi dirinya sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitarnya.

Harta, gelar dan kedudukan, demi Allah tidak akan pernah membuat hati kita menjadi tenang. Betapa banyak orang menjadi hina dan sengsara karena soal duniawi. Maka, menurut hemat penulis, konsep pertama yang harus kita miliki kalau kita ingin unggul dunia dan akhirat adalah kita harus mempunyai keunggulan dzikir kepada Allah sehingga kita selalu berada dalam ketenteraman. ” dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung .” ( QS Al Jumu’ah [62] : 10 )

Dalam sebuah Hadis Qudsi Allah berfirman, ” barangsiapa yang mendekatiku sejengkal, aku akan mendekatinya sedepa. Barangsiapa yang mendekatiku sedepa, maka aku akan mendekatinya sehasta. Dan barangsiapa yang mendekatiku dengan berjalan, maka aku akan berlari mendekatinya “. Artinya, hati yang tertuju kepada Allah akan membuahkan tuntunan yang selalu kita harapkan. Langkah kita tidak akan melihat kalau kita benar-benar berdzikir kepada Allah.

1 hal yang harus diingat bahwa Dzikir itu mengandung pengertian yang luas. Bukan Hanya berupa pengucapan kalimah toyyibah, melainkan segala aspek yang akan membuat kita ingat dan taat. Maka, mendirikan shalat tepat waktu, memperbanyak dan meningkatkan kualitas tahajud, memperbaiki mutu membaca al-quran dan sebagainya, Itu termasuk dalam pengertian Dzikrullah.

Bila hal tersebut tidak bisa kita lakukan sendiri, maka kita harus masuk ke dalam suatu sistem atau lingkungan yang membuat kita bisa Ingat kepada Allah. Mengikuti majelis taklim, misalnya, jelas akan membantu kita selalu ingat kepadanya karena selalu dimulai dengan basmalah dan diakhiri dengan Hamdalah.

Selain itu, kita harus sering bersilaturahmi kepada orang yang dapat mengingatkan kita kepada Allah. Semua ini untuk menunjang konsep keunggulan kita Sebelum mempunyai keunggulan yang lain. Dengan unggul dzikir, Insya Allah pertolongannya pun akan datang, batin kita akan sejuk, sementara langkah dan sikap kita pun akan terarah dan beruntun dengan baik.

Konsep kedua untuk menjadi muslim yang unggul adalah keunggulan berpikir. Apa yang dimaksud dengan keunggulan Berpikir itu? Penulis melihat ada beberapa orang pengusaha yang sukses dan unggul di kantornya tetapi ternyata ia masih gagal di tempat lain. Seorang ibu muda pernah datang kepada saya dan mengakui istri seorang pengusaha sukses. Ia lantas mengeluhkan suaminya. ” suami saya adalah seorang yang sangat pandai. Dulu ketika di kampus ia mahasiswa terbaik diantara teman-temannya. Sekarang di kantor pun karirnya meroket. Tetapi saya Sebulan sekali saja tidak pernah disentuh nya. Saya dirumah merasa terhina, terbelenggu, kemana-mana tidak bisa. Suami saya tidak bisa membina rumah tangga.”

Sang suami tersebut jelas tidak unggul cara berpikirnya. Dia mungkin menyangka bahwa yang namanya unggul itu adalah sukses di kantor.

Dengan demikian, untuk menjawab pertanyaan diatas, bahwa yang namanya unggul Berpikir itu dapat diibaratkan seperti kapal selam. Ia berada di dalam lautan yang dalam. Dari sana sini air begitu Dahsyat menekan. Belum Lagi gangguan makhluk-makhluk laut yang buas. Tetapi, toh ia tidak tenggelam bahkan terus-menerus melaju dengan tenangnya. Mengapa demikian? Karena kapal selam mempunyai sistem yang sangat canggih sehingga mampu memilah-milah mana yang boleh masuk dan mana yang tidak. Hemat penulis, seorang ibu tidak akan unggul dan sempurna di dunia maupun di akhirat kalau dia tidak mempunyai sistem berpikir yang baik. Tidak jarang seseorang yang di kantornya begitu dihormati dan di elok-elok kan tetapi dibelakangnya di sumpah serapah yg supirnya sendiri. Ini terjadi karena yang bersangkutan tidak bisa memilah-milah urusan sehingga segala masalah kantor yang menumpuk di kepala membuahkan sikap kasar dan amarah kepada pembantunya di rumah.

Hidup ini memang penuh dengan aneka persoalan. Itulah sebabnya sebuah hasil angkat menyebutkan lebih dari 70% pengusaha muda dilanda stress. Karena begitu banyak input yang tidak usah masuk tetapi tetap masuk ke dalam pikiran.

Konsep ketiga adalah mampu menciptakan karya yang unggul yang membuat kita mempunyai harga diri. Seorang mubaligh pernah bercerita tentang Prof. ing BJ Habibie ketika berkunjung ke Arab Saudi. Oleh penguasa setempat ia diperlakukan seperti seorang raja. Kemana-mana selalu dikawal dan tidurnya pun di istana. Mengapa ia sampai diperlakukan sedemikian? Karena BJ Habibie adalah sosok muslim yang bisa mengharumkan nama Islam, lewat prestasi dan karya unggul nya yang telah tercipta dan bermanfaat untuk umat.

Justru konsep yang terakhir inilah yang sering kurang disadari sebagian umat Islam. Kita ternyata hanya baru bisa dzikir, bicara dan membuat segudang konsep tetapi kurang ada ikhtiar atau karya yang unggul. Jadi, kalau ingin unggul, maka kita harus memulai merintis untuk memiliki karya atau keunggulan pribadi yang membuat kita mempunyai harga dalam kehidupan ini. Ketahuilah, Allah akan sangat menyukai umat Islam yang mulai berdakwah dengan karya nyata daripada sekedar dengan lisan saja.

Kehebatan berdzikir kepada Allah akan membuat kita tenang, terpelihara dan tertuntun. Keunggulan berpikir akan membuat langkah kita strategis dan jitu. Keunggulan berkaya membuat kita benar-benar bisa bersaing dan punya harga. Wallahu a’lam bishowab.

artikel lainnya Generasi unggul

Wednesday 31 August 2016 | Management Qolbu

Qolbun Salim Lisan yang bermutu Belum dinamakan lurus keimanan seseorang itu, sehingga lurus pula hatinya dan…

Saturday 18 March 2017 | Management Qolbu

Harga diri dan kehormatan Adalah sudah menjadi Fitrah kalau setiap manusia sangat merindukan penghargaan dan penghormatan…

Monday 22 August 2016 | Management Qolbu

Manajemen Qolbu Program perbaikan diri Ya Allah, wahai yang maha mendengar jadikan pertemuan ini membuat kami…

Tuesday 5 July 2016 | Management Qolbu

Manajemen Qolbu Karunia hidayah Siapapun di dunia ini hanya akan menjaga dengan sungguh-sungguh sesuatu yang dianggapnya…

Upcoming events:

no event

Jl. Gatot Subroto No.46b Kupang Lor Rt.04 Rw.03 Ambarawa, Kab. Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
LINE : grosirline
5A1B6ACD
085640881921