Kapan berbicara dan kapan menahan diri? - GBPM Training
Menu
Mau Ganteng ? Pinter ? Jati Diri ? Profesional ? Gabung Sekarang - GRATIS !

Kapan berbicara dan kapan menahan diri?

May
15
2017
by : khamim sholikhuddin. Posted in : Management Qolbu

Foto-Aa'-Gym

Kapan berbicara dan kapan menahan diri?

Apa yang akan terjadi apabila orang yang sedang emosi kita debat atau kita nasehati? Manakala kita berharap supaya emosinya reda dan menerima apa apa yang kita ucapkan, maka sebenarnya harapan semacam ini lebih Mungkin jauh panggang dari api. Sebab yang sangat mungkin terjadi adalah ibarat menyiramkan bensin ke api.

Mengapa demikian? Orang yang sedang marah jelas cenderung tidak siap menerima nasehat atau mendengar pendapat yang berlawanan dengan pendapatnya. Adapun tindakan yang paling pantas kita lakukan dalam keadaan demikian adalah berusaha untuk menahan diri.

Sesungguhnya ada satu faktor yang jangan diabaikan, yakni waktu atau momentum yang tepat. Artinya kita harus pandai-pandai memilih dan memilah waktu dan kondisi sehingga sesuai dengan keadaan yang membutuhkannya. Pendek kata, pilihlah kata-kata terbaik, waktu terbaik, tempat terbaik agar kata-kata kita membawa hasil terbaik pula.

Mestikah bicara?

Ketahuilah sebelum kita berkata-kata sesungguhnya kata-kata itu tawanan kita. Setelah terlempar dari lisan justru Kitalah yang ditawan oleh kata-kata sendiri. Buktinya, betapa banyak orang yang sengsara, menanggung malu, terbebani batinnya bahkan membuat nyawanya melayang dikarenakan kata-kata yang salah ucap.

Nah, apabila kerap kali Lisan Ini tergelincir ke dalam perbuatan demikian, maka pertanyaan yang harus segera diajukan terhadap diri sendiri adalah mestikah saya berbicara? Haruskah saya mengomentari masalah ini? Mengapa saya harus ikut-ikutan memberikan penilaian, Padahal kita sendiri mungkin tidak tahu permasalahan sebenarnya?

Siapapun yang ingin memiliki lisan yang bermutu maka satu hal harus selalu direnungkan, yakni bahwa kekuatan terbesar dari kata-kata kita adalah harus membuat orang-orang senantiasa mendapatkan manfaat dari apapun yang kita ucapkan.

Kalau hanya sekedar berbicara padahal kita sendiri tidak tahu akan membawa manfaat atau tidak maka sebaiknya diam saja. Berkata itu bagus dan boleh-boleh saja namun diam itu jauh lebih bagus kalau toh kata-kata yang kita ucapkan akan tidak membawa manfaat. Karenanya Usahakanlah kata-kata yang keluar dari Lisan Ini kita kemas sedemikian rupa sehingga membawa manfaat dan maslahat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Ada 4 hal di mana kata-kata akan bernilai tinggi, yaitu pertama, ketika ditimpa musibah, segera bersabar seraya berucap: innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Kedua, ketika mendapat Taufiq dari Allah berupa kemampuan beribadah, segera ucapkan: bahwa semua kemampuan ibadah kita ini adalah semata-mata berkat karunia Allah. Ketiga, ketika kita tergelincir berbuat dosa segeralah lisan kita beristighfar memohon ampunan kepada Allah. Keempat, bersikap hati-hati setiap kali lisan hendak berkata-kata.

Oleh sebab itu, tidak heran kalau para ulama dan orang-orang yang Saleh sangat hemat dan berhati-hati dalam berbicara. Semua itu karena mereka sangat yakin bahwa kesia-siaan dalam berbicara pasti akan mengundang setan dan niscaya pula akan menyeret nya ke dalam jurang neraka saqar. ( QS mudasir : 45 )

Seseorang tidak akan mendapatkan kesempurnaan hakikat keimanan sehingga mau meninggalkan berbantah-bantahan sekalipun ia merasa dipihak yang benar.
( HR Ibnu Abiddunya )

Orang yang sanggup memelihara lisannya akan lebih kuat wibawanya daripada orang yang gemar menghambur-hamburkan kata-kata tetapi tidak bermakna. Berusahalah senantiasa agar kata-kata yang kita ucapkan benar-benar bersih dari Rekayasa yang tidak berarti. Ukurlah selalu, dimana, kapan dan dengan siapa kita berbicara agar setiap yang terucap benar-benar bermutu dan tinggi maknanya.

Mudah-mudahan Allah senantiasa menolong kita agar selalu sadar bahwa rahasia kekuatan lisan yang menggugah dan mengubah orang lain itu berasal dari hati yang ikhlas. Tidak ada Kerinduan apapun dari yang kita ucapkan kecuali rindu akan Kemuliaan bagi yang mendengarnya.

artikel lainnya Kapan berbicara dan kapan menahan diri?

Wednesday 26 April 2017 | Management Qolbu

Dunia, ibarat pohon yang rindang Paling tidak ada dua ayat dalam al-quran yang secara mengesankan memberikan…

Wednesday 5 October 2016 | Management Qolbu

Qolbun Salim menjiwai pekerjaan Maha suci Allah yang tak pernah putus memberi kita segenap kemampuan, senantiasa…

Saturday 29 April 2017 | Management Qolbu

Diam itu emas Salah satu langkah yang harus kita pelajari dalam upaya mendewasakan diri kita adalah…

Monday 29 August 2016 | Management Qolbu

Manajemen Qolbu Keluarga kunci kesuksesan Bismillahirrahmanirrahim Seringkali kita dengar orang-orang yang membangun Karir bertahun-tahun akhirnya terpuruk…

Upcoming events:

no event

Jl. Gatot Subroto No.46b Kupang Lor Rt.04 Rw.03 Ambarawa, Kab. Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
LINE : grosirline
5A1B6ACD
085640881921