Kepompong Ramadhan - GBPM Training
Menu
Mau Ganteng ? Pinter ? Jati Diri ? Profesional ? Gabung Sekarang - GRATIS !

Kepompong Ramadhan

May
11
2017
by : khamim sholikhuddin. Posted in : Management Qolbu

Foto-Aa'-Gym

Kepompong Ramadhan

Pernahkah anda melihat seekor ulat bulu? Bagi Kebanyakan orang binatang melata ini tampak menjijikkan bahkan menakutkan. Namun, masa hidup ulat ternyata tidak lama karena ia akan masuk ke dalam kepompong kemudian setelah beberapa hari ia pun keluar dan menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Siapa yang tidak menyukai penampilan dan bentuk kupu-kupu dengan sayapnya yang beraneka hiasan? Sebagai orang bahkan mencari dan mengkoleksi baik sebagai hiasan ataupun untuk keperluan ilmu pengetahuan.

Semua ini menandakan Betapa mudahnya bagi Allah mengubah segala sesuatu yang menjijikkan, buruk dan tidak disukai menjadi sesuatu yang indah dan membuat orang senang memandangnya. Yaitu melalui suatu proses perubahan ( dalam hal kupu-kupu tersebut berupa proses metamorfosa ) yang sudah diatur dan ditentukan ukurannya oleh Allah baik bentuk hukum alam ( sunatullah ) ataupun berdasarkan hukum yang telah disyariatkan kepada manusia ( al-qur’an dan Hadist ).

Demikian pula bila kita masuk ke dalam ” Kepompong ” Ramadhan. Jikalau segala aktivitas kita cocok dengan ketentuan-ketentuan ” metamorfosa ” dari Allah, niscaya akan mendapatkan hasil yang mencengangkan, yakni menjadi manusia yang ber derajat Muttaqin yang memiliki akhlak yang indah dan mempesona. Inti dari ibadah ramadhan adalah melatih diri agar menguasai hawa nafsu.

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya Surga tempat tinggalnya.
( QS an-nazi’at [79] : 40-41 )

Jelaslah bahwa salah satu kunci surga adalah kesanggupan menahan diri dari hawa nafsu yang tidak diridhai Allah. Memang, selama ini kita mengalami kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu karena ada ” pelatih ” lain yang ikut membina hawa nafsu ke arah yang tidak disukai Allah. Dialah setan Laknatullah alaih yang sangat aktif mengarahkan hawa nafsu kita karena memang hanya itulah tugasnya. Apalagi setan memiliki tiga dimensi yang sama dengan hawa nafsu, keduanya sama-sama tidak terlihat.

sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka Anggaplah ia sebagai musuhmu karena setan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”. demikian firman Allah.
[QS. Al Fathir (25): 6]

Kita bersyukur karena pada Bulan Ramadhan Allah mengikat setan terkutuk sehingga kita diberi kesempatan untuk Bisa berlatih dan mengendalikan hawa nafsu. Oleh karena itu, kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Segala aspek hawa nafsu harus kita kendalikan dengan sekuat tenaga agar ketika setan dilepas kembali, hawa nafsu itu telah tunduk kepada kita. Dengan demikian, hidup kita pun hanya sepenuhnya dijalani dengan hawa nafsu yang diridhai-nya. Inilah pangkal kebahagiaan dunia.

Bila sudah demikian, hendaknya kita bisa meninggalkan puasa. Tidak hanya menahan hawa nafsu perut dan seksual saja, tetapi juga semua anggota badan kita lainnya. Mata harus kita latih agar puasa dari segala sesuatu yang diharamkan. Hawa nafsu mata selalu ingin melihat yang indah-indah termasuk yang diharamkan Allah. Selama Ramadhan kita Didik mata ini agar berpaling dari segala hal yang dilarang agama. Sebaiknya, kita latih agar selalu senang membaca Al Quran, mengkaji buku-buku agama, serta memandang hal-hal yang dapat mengingatkan kita atas kebesaran Allah.

Telinga mesti kita jaga agar sanggup menahan diri dari pendengaran yang sia-sia, musik-musik maksiat, obrolan sia-sia atau men dengan aib aib orang lain. Karena setiap kali kita mendengar sesuatu, pastilah menghabiskan waktu sedangkan waktu adalah modal utama hidup kita. Apalagi waktu pada Bulan Ramadhan amatlah terbatas. Belum tentu kita masih hidup pada Ramadhan tahun berikutnya.

Jadi, hendaknya kita pergunakan pendengaran kita untuk mendengarkan sesuatu yang akan menjadi bekal kepulangan kita ke akhirat kelak. Kita Didik agar telinga kita selalu merasa senang dan nikmat mendengarkan ayat-ayat Allah ataupun tausiah tausiah yang mengajak kita ke jalannya. Kalaupun kita menyukai lagu-lagu, maka yang kita nikmati adalah lagu-lagu ( nasyid ) yang Islami, yang menyentuh relung relung iman kita.

Bagaimana dengan mulut? Mulut selalu berpasangan dengan telinga. Hendaknya kita lebih berhati-hati lagi menjaga ” kerja sama ” antara keduanya. Ketahuilah, bahwa apa yang haram didengarkan, haram pula dikatakan. Hendaknya lisan Kita juga bisa menahan diri dari segala ucapan yang tidak mendatangkan pahala.

Jagalah agar tidak sampai banyak berbicara yang tidak perlu, berdusta, marah, menceritakan aib orang lain ( ghibah ), bersumpah palsu, ataupun percakapan yang sia-sia. Biasakanlah berbincang-bincang dengan orang-orang Saleh ataupun ulama sehingga kata-katanya akan membuat kita bisa memperoleh pahala walaupun hanya sekedar mendengarkannya. Terapkan Lisan Ini dengan membaca al-quran karena membacanya satu ayat saja pada bulan ini pahalanya sama dengan 1 kali khatam Al Quran. Intinya, Usahakanlah lisan kita selalu basah dengan segala yang baik-baik serta mengucapkan asma Allah.

Demikian juga dengan kaki dan tangan kita. Hendaknya kali kita ini senantiasa dijaga dan dipelihara dari langkah langkah menuju tempat yang sia-sia ataupun maksiat. Setiap kali terbesit hendak untuk melangkahkan ke tempat yang tidak diridhai-nya, segera dilakukan dengan sekuat tenaga agar mau mengunjungi majelis majelis ta’lim dan masjid masjid, menolong saudara-saudara seiman, ataupun pergi ke tempat-tempat yang dapat mendatangkan pahala.

Sementara, kedua tangan kita hendaknya tidak digunakan untuk menganiaya atau dapat mendatangkan kerugian bagi orang lain. hendaknya tangan ini senantiasa digunakan untuk membantu dan meringankan beban sesama. Dalam khutbahnya menyebut bulan Ramadhan, Rasulullah bersabda.:

Barangsiapa meringankan beban orang yang dimiliki tangan kanannya ( pegawai atau pembantu ), maka Allah akan meringankan pemeriksaannya di hari kiamat.

Adapun yang paling utama yang harus kita jaga adalah akhlak. Karena, ” barangsiapa membaguskan akhlaqnya pada Bulan Ramadhan, maka Allah akan menyelamatkan dia tatkala melewati sirotol mustaqim dimana banyak kaki kaki yang tergelincir.” demikian Sabda Rasulullah.

Bulan ramadhan adalah bulan yang telah menempatkan kita sebagai tamu Allah. Sebagai tuan rumah, Allah tahu persis bagaimana memperlakukan tamu-tamunya dengan baik. Akan tetapi, Allah hanya akan memperlakukan kita dengan baik bila kita mempunyai akhlak sesuai dengan keinginannya. Bagaimana cara beradab dan berakhlak di hadapannya? Yakni dengan puasa sempurna mungkin tidak hanya menahan lapar dan dahaga belaka, tetapi juga disertai dengan menahan seluruh anggota tubuh. Sekali kita Mengabaikan semua ini, maka banyak orang yang melaksanakan ibadah puasa, namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja, demikian bunyi Sabda Rasulullah.

Mari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu Allah. Tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang kita jalani dalam hidup kita. Jangan sampai disia-siakan. Mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan inayah-nya, sehingga setelah ” Kepompong ” Ramadhan ini kita masuki, maka kembali ke Fitrah bagaikan bayi yang baru lahir. Sebagaimana seekor ulat bulu yang keluar menjadi seekor kupu-kupu yang teramat indah dan mempesona.

*****

artikel lainnya Kepompong Ramadhan

Thursday 13 October 2016 | Management Qolbu

Perjalanan Hikmah Tatkala seseorang yang khusuk berdoa, “allahumaftah Lana hikmataka wansyur Alaina min khazaaini Rahmatika ya…

Thursday 28 July 2016 | Management Qolbu

Manajemen Qolbu Menggapai hidup berkah Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa pastilah kami akan melimpahkan kepada…

Thursday 30 June 2016 | Management Qolbu

Manajemen Qolbu Ilmu yang bermanfaat Maha agung Allah Azza wa Jalla, dengan ilmunya yang maha luas…

Thursday 15 December 2016 | Management Qolbu

Iklasnya seorang Muqorrobin Kecuali orang-orang yang Taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh kepada (agama) Allah…

Upcoming events:

no event

Jl. Gatot Subroto No.46b Kupang Lor Rt.04 Rw.03 Ambarawa, Kab. Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
LINE : grosirline
5A1B6ACD
085640881921