Lisan yang bermutu - GBPM Training
Menu
Mau Ganteng ? Pinter ? Jati Diri ? Profesional ? Gabung Sekarang - GRATIS !

Lisan yang bermutu

May
18
2017
by : khamim sholikhuddin. Posted in : Management Qolbu

Foto-Aa'-Gym

Lisan yang bermutu

Belum dinamakan lurus keimanan seseorang itu, sehingga lurus pula hatinya. dan belum juga dinamakan lurus hatinya, itu sehingga lurus lah lisannya….
( HR Ibnu Abidunya dan Khairaiti )

Imam Ibnu athaillah menulis dalam kitabnya Al Hikam, “cahaya para ahli hikmah itu selalu mendahului mereka. manakala telah mendapat penerangan dari cahaya tersebut, maka sampailah kalimat yang mereka ucapkan itu. Artinya, orang-orang yang telah mengenal Allah dengan baik ia selalu sadar bahwa kebenaran itu milik Allah. akibatnya, kalau mau mengucapkan sesuatu hatinya terlebih dahulu berlindung kepadanya agar lidahnya dapat menjadi jalan kebenaran.

Hal seperti inilah yang mungkin jarang dilakukan oleh Kebanyakan orang. Biasanya kalau kita ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain kita akan sangat sibuk merekayasa kata-kata Yang Akan diucapkan. oleh karena itu, ada beberapa hal yang mesti kita pertanyakan kepada diri sendiri ketika kita menghadapi persoalan seperti ini. Pertama, ketika akan menyampaikan sesuatu Pernahkah kita memohon Pertolongan Allah agar Lisan Ini dituntun dan dilindungi sehingga mengandung hikmah? kalau belum, maka mungkin inilah penyebab mengapa kata-kata yang kita ucapkan tidak mengenakan dan menyentuh kalbu yang mendengarkannya.

Kedua, Mengapa kata-kata yang kita ucapkan kadang-kadang kurang meresap? Mungkin pertanyaan yang harus segera kita ajukan terhadap diri kita sendiri adalah Apakah kita menyampaikannya dengan ikhlas? Kalau hati ini kurang ikhlas maka yang mendengarkannya juga kurang ikhlas. ketika yang berbicara kurang ikhlas maka hampir dapat dipastikan kata-kata kita tidak akan memiliki makna.

Diantara faktor penyebab mengapa kata-kata kita kurang bisa menyentuh qalbu adalah karena kata-kata tersebut tidak dipikirkan terlebih dahulu. ketika hati kita diusahakan secara terus-menerus untuk ikhlas, maka kata-kata yang akan keluar pun akan semakin memiliki kekuatan menembus hati orang yang mendengarkannya. walaupun kita mengungkapkan kata-kata yang indah indah namun kalau tidak bersumber dari hati yang jernih, maka hanya sebatas didengar telinga namun tidak akan pernah mampu menyentuh Qalbu.

Oleh sebab itu, jangan heran kalau orang-orang bijak Bestari kalau berbicara kata-katanya sedikit, namun mempunyai kekuatan yang besar. kunci kekuatan kata-kata mereka tiada lain adalah hati yang ikhlas. karena bila yang berbicara ikhlas dan yang mendengarkannya pun ikhlas, maka Tak ubahnya laksana gelombang radio FM, suaranya akan enak terasa di telinga dan di hati.

Syekh Ahmad Yasin adalah seorang ulama kharismatik dan Mujahid yang sangat berpengaruh di kalangan kaum muslimin dan pejuang Palestina. sekujur tubuhnya lumpuh, kecuali bagian kepala, akibat sebuah latihan perkemahan ketika aktif dalam organisasi Ikhwanul Muslim yang didirikan oleh Hasan al-banna di Mesir.

Akan tetapi, siapapun akan merasa kagum bila mendengar bahwa beliau ternyata adalah tokoh penggerak intifadha, sebuah gerakan pejuang Jihad melawan tentara Yahudi Israel. tak hanya para orang tua tetapi juga para remaja dan anak-anak turun ke jalan-jalan dengan senjata apa saja yang ada di tangan.

Syekh Ahmad Yasin juga ulama pendiri Hamas (harakah Al muqawamah Al Islamiyah, gerakan perlawanan Islam) yang beranggotakan para Mujahidin militan Palestina. gerakan ini merupakan kekuatan utama dari kelompok Mujahid paling berpengaruh serta mengakar di daerah tepi barat dan jalur Gaza yang merupakan wilayah pendudukan Israel.

Dengan kecerdasan otaknyam kekuatan imannyam ketajaman lisannya dan yang terutama sekali keikhlasan hati nya demi menegakkan Daulah Islamiyah di bumi Palestina, telah mampu menggerakkan dan mengobarkan semangat kesadaran puluhan ribu warga muslim Palestina untuk berjihad dijalan Allah melawan kaum Yahudi. kuncinya, sekali lagi, adalah hati yang ikhlas sehingga lisan ini menjadi sangat bermutu dan mempunyai bobot yang sangat mengesankan.

Ada seseorang datang kepada ulama ahli hikmah (Muhammad bin Wasi) selalu berkeluh kesah, “Mengapa hati orang-orang sekarang sepertinya tidak lagi mampu khusyuk dan air mata pun tidak lagi bisa bercucuran manakala sedang berdoa menyimak tausiah, ataupun mendengarkan ayat-ayat al-quran?” Muhammad bin Wasi tanpa ragu-ragu menjawab, kemungkinan yang demikian itu adalah bila nasehatmu keluar dari hati yang ikhlas, Niscaya akan masuk kedalam orang yang mendengarkannya. sebaliknya, nasihat yang hanya berupa gubahan lidah dan buah rekaan pikiran belaka, maka ia akan masuk di telinga kanan dan keluar di telinga kiri.

Dengan demikian, siapapun yang ingin menyampaikan sesuatu dan tersemainya nilai-nilai Luhur ajaran Islam di dada setiap manusia sehingga Islam bisa dirasakan sebagai rahmatan lil alamin, maka ia harus selalu merenungkan setiap lisannya dengan 1 pertanyaan, Apakah hati saya sudah ikhlas menyampaikannya?

artikel lainnya Lisan yang bermutu

Sunday 9 October 2016 | Management Qolbu

Nikmat bersama Allah Sahabat, tidak ada kenikmatan yang lebih besar di dunia ini daripada nikmatnya jika…

Thursday 18 August 2016 | Management Qolbu

Manajemen Qolbu Bila orang lain berbuat salah Orang yang pasti tidak nyaman dalam keluarga, orang yang…

Wednesday 8 February 2017 | Management Qolbu

Syukur pengundang nikmat Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur Pasti Kami akan menambah…

Wednesday 12 October 2016 | Management Qolbu

Hikmah dari makhluk “rendah” “Sesungguhnya Allah SWT. tiada segan (malu) membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang…

Upcoming events:

no event

Jl. Gatot Subroto No.46b Kupang Lor Rt.04 Rw.03 Ambarawa, Kab. Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
LINE : grosirline
5A1B6ACD
085640881921