Menyelisik amal sia-sia - GBPM Training
Menu
Mau Ganteng ? Pinter ? Jati Diri ? Profesional ? Gabung Sekarang - GRATIS !

Menyelisik amal sia-sia

Apr
18
2017
by : khamim sholikhuddin. Posted in : Management Qolbu

Foto-Aa'-Gym

Menyelisik amal sia-sia

Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu ( jalan ) kepastian dan ketakwaan.
( QS Asy Syam [91] : 8 )

Nabi Adam ketika di turunkan ke bumi dari jannah, dia tergelincir dengan berbuat aniaya. Akan tetapi karena di dalam jiwanya telah ditanamkan nilai ketakwaan, maka iapun memancarkan Taubat kepada Rabb-Nya.

Barangsiapa yang lalai mengingat Allah, Niscaya akan melaju di jalur kefasikan menuju titik akhir, yakni neraka jahanam. Kecuali, di penghujung hidupnya ia sempat bertaubat. Sebaliknya, barangsiapa yang selalu berikhtiar sekuat-kuatnya mengenal dan mendekati Allah, lalu meyakini hanya dia zat tempat bergantung segala makhluk di segenap jagad raya ini, maka niscaya ia akan mendapati dirinya Istiqomah melangkah dari jalur ketakwaan menuju titik akhir, yakni Surga jannatun naim.

Oleh sebab itu, yang harus diwaspadai adalah kemungkinan tergelincirnya kita ke jurang kefasikan, naudzubillah! Diantara ciri-ciri kepasifikan adalah kembar berlaku sia-sia ( tabzir ). Siapapun yang gemar berbuat sia-sia adalah mengisi hidupnya, berarti telah berlaku zalim. Sedangkan zalim adalah perbuatan dosa yang bisa mengundang murka Allah sekaligus menjauhkan diri dari pertolongannya. Untuk itu, marilah kita telisik mulai dari barang, makanan, ataupun minuman yang masuk ke dalam mulut kita.

Merokok, misalnya, merupakan tindakan aniaya terhadap diri sendiri karena merusak kesehatan tubuh. Sekaligus aniaya pula terhadap orang lain karena asapnya dua kali lipat kadar bahayanya. Oleh sebab itu, jangan heran kalau Pertolongan Allah tidak akan pernah dekat kepada orang yang bertindak zalim seperti itu karena perbuatan zalim jelas tidak disukainya.

Demikianpun dengan makanan dan minuman. Kendati hukumnya mubah, boleh-boleh saja, namun akan lebih terpuji sekiranya kita pun tetap mewaspadainya. 1 hal yang harus membantu ekstra hati-hati adalah kalau kalau masuk ke dalam mulut kita makanan yang haram. Ini jelas akan sangat potensi menghalangi pertolongannya. Ketika kita ada di tempat pesta, di hotel, lebih-lebih kalau berkunjung ke luar negeri, hendaknya selalu waspada dengan makanan yang hendak disantap. Semua ini tiada lain supaya doa kita tidak jadi terhambat hanya karena lalai dan memperturutkan kesenangan yang tidak seberapa.

Semua ada merupakan upaya kita untuk membersihkan isi mulut ini dari segala kekotoran dan kejijikan sebelum mengisinya dengan dzikir. Sebelum piring kita isi dengan aneka makanan atau buah-buahan yang segar dan menyehatkan, maka piring itu terlebih dahulu harus dicuci sebersih-bersihnya. Karena, Kendati makanan seenak atau sebergizi apapun, atau buah-buahan seranum, segar, atau semenyehatkan apapun, kalau di taruh di piring yang kotor, hampir dapat dipastikan orang tidak akan tergiur untuk menyantapnya.

Hal lainnya adalah segala bentuk ghibah, perkataan sia-sia, kotor, cabul, atau aniaya, yang terlanjur terlontar dari mulut. Semua ini merupakan aneka bentuk kekotoran dan kejijikan Dalam pandangan Allah. Sedangkan zikir adalah sesuatu yang bersih, suci, dan maslahat dalam pandangannya.

Oleh karena itu, lisan yang tidak terpelihara sudah pasti pula tidak akan pernah bisa berpadu dengan dzikir. Kalaupun dipaksakan bersatu, hampir dapat dipastikan akan mengakibatkan kata-kata kebenaran yang keluar dari mulut tidak lagi memiliki kekuatan, daya terjang, dan daya ubah ke hati orang yang mendengarkannya. Kata-kata kebenaran yang hampa hanya keluar dari mulut dan sampai di telinga orang saja. Sedangkan kata-kata yang keluar dari mulut yang bersih, Niscaya akan menembus jauh ke dalam hati Sanubari pendengarnya, sehingga bisa menjadi jalan turunnya karunia hidayah dan Taufiq nya ke dalam hati orang tersebut.

Adapun faktor lain yang juga harus diwaspadai sekali adalah barang-barang yang melekat pada tubuh ini. Hendaknya kita senantiasa mempertanyakan terlebih dahulu segala sesuatu yang akan kita kenakan kalau kita ingin selalu dekat dengan pertolongan Allah. Sekali ada barang yang bukan hak kita melekat di tubuh, maka ia akan menjadi hijab antara kita dengan inayah-nya.

Selain itu, memakai pakaian yang dibeli dengan uang haram merupakan tindakan yang sama bahayanya dengan ghasab. Bila ini kita lakukan, apalagi yang didapat dari sholat ataupun ibadah lainnya? Segala akan hampa makna bahkan jangan-jangan malah bisa mengundang murka nya. Dengan demikian, kita harus berupaya untuk senantiasa menelisik diri dari kemungkinan berbuat hal-hal tercela seperti itu. Memohon ampun kepada-nya adalah satu cara yang amat disukainya. Tapi yang paling disukainya tentu saja senantiasa memelihara diri agar kita tidak tergelincir kedalamnya. Bila hal yang terakhir ini dilakukan, Niscaya akan kita saksikan bahwa inayah-nya lebih cepat daripada kilat yang menyambar.

artikel lainnya Menyelisik amal sia-sia

Thursday 26 May 2016 | Management Qolbu

Bila kekasih Allah SWT berhimpun Oleh KH. Abdullah Gymnastiar / Aa’ Gym “Sesungguhnya Aku (Allah SWT)…

Sunday 4 September 2016 | Management Qolbu

Manajemen Qolbu Menikmati kritik dan celaan Kejernihan dan kekotoran hati seseorang akan tampak jelas tak kalah…

Tuesday 8 November 2016 | Management Qolbu

Menatap alam Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda…

Wednesday 27 July 2016 | Management Qolbu

Manajemen Qolbu Menggapai bening hati Keberuntungan memiliki hati yang bersih, sepatutnya membuat diri kita berpikir keras…

Upcoming events:

no event

Jl. Gatot Subroto No.46b Kupang Lor Rt.04 Rw.03 Ambarawa, Kab. Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
LINE : grosirline
5A1B6ACD
085640881921