Penyakit rendah diri - GBPM Training
Menu
Mau Ganteng ? Pinter ? Jati Diri ? Profesional ? Gabung Sekarang - GRATIS !

Penyakit rendah diri

May
16
2017
by : khamim sholikhuddin. Posted in : Management Qolbu

Foto-Aa'-Gym

Penyakit rendah diri

Sungguh kasihan orang-orang yang terjebak dalam cara berpikir yang salah sehingga membuahkan suatu penyakit yang Merugikan dirinya sendiri. Disamping itu juga dapat membuat dunianya menjadi sempit dan menyesakkan yang berkaitan pada ketidaktenangan dan ketidak tentraman hati.

Itulah penyakit rendah diri, yakni perasaan merasa diri hina dan tidak berharga di hadapan orang lain. Sesungguhnya perasaan ini akan lebih baik hanya kepada Allah Semata. Ciri-ciri Penyakit ini bisa tampak berupa suatu kesulitan ketika bertemu atau berkumpul dengan orang-orang yang dianggap lebih. Hati menjadi malu, gelisah, tidak tenang, merasa kecil dan merasa tidak berharga. Mulut menjadi bungkam seribu bahasa serta selalu berkeinginan menghindar. Kalau dipaksakan, maka spontan menjadi gugup dan Serba Salah.

Akibat yang fatal dari perilaku seperti ini adalah sangat senang menyendiri dan semakin terkucil dari pergaulan. Wawasannya menjadi sangat sempit bahkan cenderung dikuasai oleh cara berfikirnya sendiri yang terus-menerus mempersulit dan memperbesar masalah. Ujung-ujungnya pasti berupa perasaan yang semakin galau dan gelisah, tekanan batin yang sangat dahsyat, serta penyesalan diri. Jika tidak terkendali, tidak mustahil akan berujung pada keputusasaan.

Sesungguhnya karakter seperti ini amatlah hina dan sia-sia. Hendaknya karakter ini dibuang sejauh mungkin agar terhindar dari berbagai persoalan yang tidak dikehendaki. Oleh karena itu, Mari kita telusuri apa sebenarnya yang membuat semua ini terjadi bagaimana cara mengatasinya.

Karena kondisi tubuh

Kekurangan yang terdapat dalam tubuh seringkali membuat orang menjadi malu. Sebenarnya beruntunglah orang-orang yang tidak diberi kelebihan ( fisik ) oleh Allah. Bukankah justru kelebihan itu seringkali membuat tergelincirnya hati ke dalam kemaksiatan.

Ketahuilah bahwa segala kecantikan, kegagahan dan aneka kelebihan itu semua merupakan amanat yang dititipkan Allah kepada kita, namun sangat berat dan fatal akibatnya. Lihatlah, Berapa banyak manusia menjadi ahli maksiat Justru karena punya kelebihan seperti itu. Nampaknya, sudah menjadi kodrat manusia di mana ia selalu cenderung berkeinginan untuk memamerkan apa yang ia anggap lebih pada dirinya.

Dengan demikian, apa sebenarnya yang harus kita kecewakan dengan tubuh kita ini? Padahal Allah sebagai pemilik, pencipta dan perancangan tubuh ini telah berfirman, “Sesungguhnya kami ciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk”. ( QS At tiin [95] : 4 )

Jadi, menurut Allah, manusia dengan bentuknya seperti yang ada ini adalah sebaik-baik bentuk dari penciptaan. Lantas, mau bentuk seperti apa lagi yang kita inginkan kalau sebaik-baik bentuk menurut Allah kita anggap salah dan kurang?

Penilaian kita memang sangat cenderung kepada penilaian yang inderawi dan duniawi yang tentu saja amat diselimuti oleh hawa nafsu. Sedangkan penilaian yang berdasar kepada hawa nafsu akan membuat kita semakin buta terhadap hikmah dibalik kejadian yang telah dititipkan Allah kepada kita.

Kekurangan yang ada pada tubuh ini mempunyai hikmah yaitu menutupi peluang bagi kita untuk tidak berlaku sombong. Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda, ” sekali-kali tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada perasaan takabur.”. Hati yang arogan seringkali berupa sikap yang cenderung meremehkan orang lain karena merasa diri lebih. Bahkan lebih jauh lagi bisa berupa sikap suka mendustakan kebenaran.

Nah, dengan kenyataan yang ada ini, insya Allah akan membuat kita terlindungi dari sikap ujub, riya dan takabur. Tidakkah ini merupakan suatu keuntungan? Oleh karena itu, terima saja dengan lapang dada dan penuh kegembiraan serta berbaik sangkalah terhadap Allah. Hidup ini terlalu singkat untuk kecewa, sedih, murung atau perilaku yang tidak bermanfaat lainnya.. Lebih baik kita syukuri tubuhnya dengan memanfaatkan sebaik-baiknya bagi kepentingan kita untuk akhirat kelak.

Banyak riwayat yang menceritakan orang-orang yang ditakdirkan serba kekurangan pada tubuhnya, namun kemuliaan nya diangkat jauh lebih tinggi daripada orang-orang yang diberi kelebihan fisik. Kita dapat mengambil hikmah dari kenyataan yang ada pada Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim. Dia adalah seorang bekas budak berkulit hitam legam tetapi Allah mentakdirkan nya memiliki kemuliaan sehingga dianggap sebagai lambang kesempurnaan tawakal. Bayangkan, seorang wanita dengan bayi yang masih menyusui ditinggalkan di tempat yang sepi dan tandus. Dia tidak gentar dan tidak mengeluh Tetapi malah sebaliknya ia yakin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan nya.

Contoh lainnya adalah Syekh Ahmad Yasin. Dia adalah orang yang ditakdirkan Allah lumpuh total sekujur tubuhnya. Hanya kepala dan leher nya saja yang dapat digerak-gerakan. Akan tetapi, ia menjadi buah bibir kawan maupun lawan karena dialah yang dipilih Allah menjadi api pengobar Semangat perjuangan rakyat Palestina. Kita semua tahu bahwa perjuangan jihad rakyat Palestina ini telah menggegerkan dunia sehingga membuat khawatir dunia barat yang menjadikan Zionis Israel kehilangan muka.

Apalah artinya kekurangan yang melekat pada tubuh ini. Yang penting adalah sikap dan keyakinan kita bahwa Allah pasti tidak akan pernah dzalim terhadap hamba-nya. Satu titik kekurangan yang melekat pada tubuh kita pastilah memiliki hikmahnya. Bila kita mampu menyadari dan menguak tabir Hikmah itu, niscaya Allah akan memberikan kemuliaan dan kelebihan.

Kita hidup di dunia ini Seharusnya seperti di dalam perusahaan besar. Semua pekerjaan diberi invetaris sendiri-sendiri yang semuanya adalah milik perusahaan yang dititipkan kepada kita. Kita tidak perlu merasa iri dengan apa yang dititipkan kepada orang lain karena semuanya milik perusahaan.

Begitulah seharusnya pola pikir kita. Walaupun kita melihat seseorang itu kaya raya, sikapilah dengan biasa saja, semua kekayaan itu milik Allah. Sekali kita menganggap harta kekayaan itu milik orang tersebut, jangan heran kalau kita menjadi terkuasai perasaan kita sendiri. Kita menjadi banyak memikirkan yang tidak perlu.

Semua itu dikarenakan kita masih menganggap status sosial dan kekayaan sebagai sumber kemuliaan manusia. Padahal, semua itu sama sekali bukan ukuran kemuliaan. Terbukti Ferdinand Marcos yang zalim terhadap rakyatnya tetap diberi harta oleh Allah. Zakuza, pemimpin geng mafia di Jepang, yang usahanya meliputi segala upaya maksiat juga diberi kekayaan luar biasa olehnya.

Yakinlah bahwa semuanya milik Allah. Apapun dan berapapun harta yang dititipkan daripada kita, semuanya tidak ada masalah. Yang penting didalam hati kita tetap kerkelidan tidak pernah lepas kayakinan sama semuanya adalah milik Allah. Semua yang ada pada kita, banyak ataupun sedikit, harus kita jadikan sebagai ladang amal saleh. Istilah amalan batin yang harus kita pegang Teguh yang insya Allah akan membuat hati kita tenang dan tentram

Kalau kita miskin, maka harus kita kembalikan lagi kepada Allah. Kita miskin, Bukankah kemiskinan itu milik kita. Mereka kaya, bukan pula kekayaan itu milik mereka. Semuanya milik Allah Semata. Jauh lebih mulia orang yang miskin tetapi taat daripada orang kaya tapi tersesat. Kekayaan baru mempunyai harga apabila dinafkahkan di jalan Allah. Kekayaan yang tidak dinafkahkan di jalannya, justru akan menyeret kita mereka ke neraka jahanam.

Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuni nya adalah orang fakir ( miskin )
( HR Bukhari dan Muslim )

Orang-orang fakir miskin akan memasuki surga 500 tahun sebelum orang-orang kaya memasukinya.
( HR turmudzi dan Ahmad )

Ini tidak berarti kalau kita ingin cepat masuk surga kemudian kita memilih hidup miskin. Karena untuk dapat beribadah kita masih memerlukan bekal yang cukup. Tidak mungkin kita mengandalkan kemiskinan untuk beribadah; menuntut ilmu, menunaikan ibadah haji, menunaikan qurban dan berjihad dijalan Allah.. Semua itu menunjukkan bahwa hal-hal yang bersifat dunia tidak boleh kita tinggalkan sama sekali.

Ketika melihat mobil mewah berlalu di hadapan kita, Ingatlah bahwa mobil itu pasti dibeli dengan rejeki milik Allah. Sementara orang yang didalamnya hanya titipan Allah. Tentu saja sikap dan keyakinan seperti itu tidak perlu kita ucapkan langsung dengan lisan di hadapan orangnya. Cukuplah kita pegang Teguh Keyakinan itu di dalam hati Karena bagaimanapun juga hukum syariat tetap berlaku di dunia ini. Artinya, walaupun semua itu pada hakekatnya milik Allah, namun syariat dunia tetaplah berlaku karena ini pun merupakan bagian dari ketentuannya. Kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh rejeki yang di halalkan oleh Allah.

Dengan demikian, jangan lagi ada perasaan rendah diri. Karena melihat harta kekayaan orang lain tetapi merasa rendah diri lah kalau melihat orang lain begitu khusyuk dalam beribadah dan taat kepada Allah sehingga kita terdorong berusaha semaksimal mungkin untuk menirunya.

Karena profesi

Banyak orang merasa malu dan rendah diri karena bidang pekerjaan ( profesi ) yang tengah digelutinya dianggap remeh oleh orang lain. Tidak ada yang perlu dijadikan malu sepanjang bidang pekerjaan tersebut halal dan diridhoi allah. Menjadi tukang koran, Tukang Bakso, tukang daging bahkan menjadi pengamen tidak ada masalah. Semuanya adalah Mulia sepanjang koran yang kita jual bukan koran maksiat. Sepanjang daging yang kita jajakan bukan daging babi. Dan sepanjang lagu-lagu yang kita nyanyikan bukan lagu yang bertemakan kemaksiatan dan dapat mendatangkan kemudaratan.

Kalau seseorang tetap menjaga akhlak Nya kepada Allah dan kepada sesama manusia, apapun bentuk pekerjaan yang telah digelutinya, maka tidak sulit bagi Allah untuk mengangkat derajat peran tersebut. Jika Allah sudah mengangkat derajat seseorang, maka dia tidak bisa digunakan oleh siapapun.

Kuncinya adalah taat. Bekerja Apa saja asal kita tetap taat kepada Allah, Insya Allah kita akan memiliki kemuliaan. Jangan malu dan merasa rendah diri kecuali jika kita mempunyai pekerjaan yang bukan di jalan Allah. Kalau demikian halnya, maka kita harus melu bahkan harus segera kita tinggalkan.

Karena pendidikan

Anda merasa malu karena hanya lulusan SD, madrasah atau pesantren? Di Jepang ada seorang pengusaha yang hanya lulusan setingkat SD tetapi perusahaannya sangat besar dan disegani. Apa rahasianya? Ternyata dia menerapkan sistem 10% keahlian dan 90% moral. Hasilnya, Dia sangat dicintai dan dihormati oleh semua karyawannya sehingga mereka bekerja dengan sungguh-sungguh. Itulah hasilnya kalau seseorang sudah mempunyai moral yang tinggi.

Oleh sebab itu, janganlah sekali-kali merasa rendah diri karena ilmu yang sedikit. Kendati ilmu sedikit, Namun apabila mempunyai kadar ketaatan yang tinggi kepada Allah, maka kita tidak akan terhina. Lebih baik kita bodoh, tetapi sadar akan kebodohan kita daripada merasa diri cerdas tetapi berlaku sombong dan suka memandang remeh orang lain.

artikel lainnya Penyakit rendah diri

Tuesday 6 December 2016 | Management Qolbu

Bila hati bercahaya Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang yang Mukmin supaya keimanan…

Friday 19 August 2016 | Management Qolbu

Manajemen Qolbu Paksalah diri berbuat taat Maha suci Allah, zat yang memiliki segalanya. Mahal cermat dan…

Monday 5 September 2016 | Management Qolbu

Manajemen Qolbu Menyongsong jamuan Ramadhan Semoga Allah memberikan umur kepada kita untuk menikmati semuanya yang sangat…

Saturday 25 February 2017 | Management Qolbu

Infaq: menuai pahala, mencekal bala Tidak sedikit orang yang merindukan agar bisa mencapai derajat laa khaufuna…

Upcoming events:

no event

Jl. Gatot Subroto No.46b Kupang Lor Rt.04 Rw.03 Ambarawa, Kab. Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
LINE : grosirline
5A1B6ACD
085640881921