Must Read


Home Forum

Forum

9 Pertanyaan yang harus Anda jawab sebelum menjadi Entrepreneur  

  RSS

Faris Dedi Setiawan
(@ganesh)
Member Admin
Joined:10 months  ago
Posts: 284
22/03/2018 3:21 pm  

Dahulu tidak banyak yang ingin menjadi pengusaha. Waktu kecil ketika ditanya mengenai cita-cita, pasti kebanyakan orang memilihi suatu profesi dengan jabatan khusus, misal dokter, pilot, guru/dosen, pegawai negeri sipil dan sebagainya, namun tidak ada yang menjawab jika nanti dewasa akan menjadi pengusaha. 

Namun saat ini kondisinya berbeda, ada yang membuat profesi pengusaha/entrepreneur menjadi menarik untuk ditekuni. Fleksibilitas waktu, tidak terikat atasan, menjadi bos bagi diri sendiri, sampai membuka lapangan kerja bagi orang lain menjadi alasan para pekerja kantoran beralih menjadi pengusaha. 

Satu-satunya perbedaan antara orang-orang yang ingin menjadi entrepreneur dan menjadi pegawai adalah resiko saat memulai. Jika Anda merasa ingin menjadi pengusaha namun masih belum 100% yakin, berikut sembilan pertanyaan untuk membantu Anda menentukan pilihan.

1. Apakah Anda orang yang gigih dan pantang menyerah?

Jika Anda pernah mendengar kisah pendiri KFC, Colonel Sanders, dia termasuk orang yang sangat gigih dalam memperjuangkan gagasan bisnisnya. Bisnis bernilai US$ 550 juta itu lahir dari upaya Sanders mencari pembeli untuk ayam andalannya itu.

Bahkan dia sempat mengalami masa-masa buruk seperti perceraian dan kebangkrutan sebelum akhirnya sukses membangun bisnis KFC. Namun dia selalu bangkit dan berupaya mencoba kembali.

Tak heran, kegigihan menjadi salah satu bagian utama dalam membangun bisnis. Orang-orang yang mudah menyerah akan dengan mudah menemukan kegagalan dalam berbisnis. Singkatnya, tak satupun tujuan bisa dicapai tanpa hambatan.

2. Mampukah bertahan dengan bisnis yang tidak populer?

Pendiri bisnis Pandora, Tim Westegren mengajarkan banyak orang pentingnya mengerahkan segala upaya dalam membangun bisnis. Meski dengan uang yang sangat terbatas dan bisnis yang belum tentu sukses, dia tidak pernah takut gagal.

Pada akhirnya, menerima risiko atas bisnis yang tidak populer menjadi salah satu cara untuk mencapai kesuksesan. Latihlah kemampuan Anda untuk mempengaruhi orang lain guna menggapai kesuksesan yang diimpikan.

3. Apakah Anda takut gagal?

Contoh paling nyata tentang kegagalan datang dari Thomas Alfa Edison. Dia merupakan orang yang akhirnya berhasil setelah ribuan kali mencoba dan gagal. Pendiri General Electric ini telah terbukti tidak takut gagal dan berakhir sukses.

Maklum, para pengusaha harus belajar untuk berteman dengan kegagalan. Jangan putus asa saat terjatuh, tetapi bangkit dan jangan ambruk lagi di tempat yang sama. Mencoba sekali lagi merupakan salah satu cara untuk menemukan jalan menuju kesuksesan berbisnis.

4. Seberapa nyaman Anda untuk menjadi tidak nyaman?

Berwirausaha berarti menjadi penuh ketidakpastian. Jika Anda adalah tipe orang yang terpaku pada jadwal, mungkin tidak akan cocok dengan ambiguitas yang mengelilingi seorang entrepreneur. Tapi jangan berpikir hanya karena gugup menghadapi ketidakpastian membuat Anda tidak bisa menjadi pengusaha. Jika memang Anda butuh penjadwalan, itu semua bisa disesuaikan kembali.

Kewirausahaan membutuhkan jam kerja yang panjang, kerja keras dan dedikasi yang tinggi ketika Anda memutuskan untuk memulai. Mampu mengatur jadwal dan mengontrol situasi bisa membantu kelancaran dengan organisasi dalam bisnis Anda. Namun, Anda mungkin butuh beberapa perencanaan sebelum masuk ke dunia bisnis. Beberapa cara yang tepat adalah persiapan tabungan yang cukup, sudah memiliki business plan yang matang, dan mempunyai komunitas yang dapat mendukung Anda melewati masa-masa sulit.

5. Apakah Anda disiplin?

Anda lah yang benar-benar bertanggung jawab untuk diri sendiri. Saat ini, di mana pun Anda berada, apa yang Anda lakukan, itu semua adalah pilihan Anda sendiri untuk ada di dunia bisnis ini.

Bagaimana perasaan Anda pada pernyataan tersebut? Jika Anda merasa ingin mengimbuhi dan siap untuk berdebat, maka Anda belum siap menjadi entrepreneur. Ketika Anda memulai, Anda harus mengambil tanggung jawab penuh untuk segala sesuatu. Tidak ada alasan untuk melewatkan promosi atau tidak menyelesaikan laporan tepat waktu. Klien tidak akan mau menerima alasan dan mereka akan menjatuhkan Anda.

Bahkan ketika itu kesalahan mereka, Anda harus siap menghadapi kemungkinan bahwa Anda yang harus menanganinya. Anda perlu disiplin untuk bertahan hidup dan menyelesaikan pekerjaan, menghadapi tagihan, dan untuk mengembangkan bisnis Anda. Jika Anda berjuang dengan akuntabilitas dan disiplin, tidak menutup kemungkinan kesuksesan wirausaha akan segera datang.

6. Bagaimana kesehatan Anda?

Merawat tubuh adalah hal penting bagi semua orang,dan ini memiliki implikasi penting terutama bagi pengusaha. Tidak ada alasan sakit ketika Anda memulai berwirausaha. Dan ini kemungkinan terjadi selama bertahun-tahun. Itu berarti Anda harus menjadi produktif, bahkan ketika sedang merasa tidak baik, atau risiko kehilangan peluang bisnis. Anda harus menjaga diri kesehatan dengan diet dan olahraga yang membuat tubuh kuat dan pikiran menjadi jernih. Jika Anda bukan orang yang sehat, Anda harus mencari tahu cara untuk mengubah gaya hidup sebelum transisi ke kewirausahaan.

7. Apakah Anda mencintai apa yang Anda lakukan dan mahir dalam hal itu?

Berwirausaha akan sangat memakan waktu. Jika Anda menikmati apa yang Anda lakukan dan bersemangat menangani proyek, semua pekerjaan akan menyenangkan. Jangan membodohi diri sendiri dengan berpikir uang saja akan cukup untuk memotivasi Anda. Pastikan Anda bergairah pada apa yang Anda ingin kejar dalam bisnis dan memiliki keahlain untuk membuat itu semua berjalan dengan baik. Jika tidak, pertimbangkan bagaimana Anda dapat meningkatkan keahlian sebelum memulai dan bagaimana Anda hanya terlibat pada sesuatu yang benar-benar disukai.

8. Apakah Anda dapat bekerjasama dengan baik?

Anda mungkin berpikir entrepreneur merupakan kegiatan solo, tetapi kenyataannya adalah bahwa memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang lain itu sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang. Ini tidak hanya berlaku untuk teman dekat, tetapi juga untuk berbagai pihak yang mungkin akan Anda perlukan dukungan mereka. Jika Anda memulai menjadi seorang pengusaha, Anda akan memiliki periode di mana perlu mengandalkan pada kekuatan, kebijaksanaan dan persahabatan pada orang lain.

Carilah kesempatan untuk membangun jaringan: mentor, kumpulan para ahli dan program lainnya akan membantu Anda menemukan orang yang tepat. Pastikan bahwa Anda berkontribusi di dalamnya juga. Hubungan didasarkan pada memberi dan menerima. Membangun hubungan yang kuat dan membuka diri untuk dukungan besar dan pembelajaran dari orang lain. Buatlah kartu nama yang unik dan berikan pada orang-orang, ini dapat menambah jaringan Anda.

9. Apakah Anda nyaman dengan ketidakpastian?

Satu-satunya hal yang pasti tentang membangun bisnis adalah ketidakpastian. Ada begitu banyak hal yang Anda tidak akan punya jawabannya. Jika Anda memilih niche ini atau itu? Apakah harga Rp89.000 sudah tepat atau Rp99.990? Apakah Anda akan mempekerjakan Susi atau Wati? Apakah Anda mencari pendanaan dari luar, atau Anda lebih baik bootstrap? Berapa banyak uang dari tabungan pribadi Anda yang akan anda habiskan sebelum Anda mendapatkan gaji?

Ratusan pertanyaan. Ribuan jawaban potensial. Nol kepastian. Untuk berkembang sebagai seorang pengusaha, Anda harus menguasai seni membuat keputusan dengan cepat, hanya didasarkan pada bukti-bukti yang tidak sempurna.

Meraih kesuksesan dengan menjadi seorang entrepreneur mungkin tidaklah mudah, namun, bukan berarti tidak mungkin bukan? Renungkan pertanyaan-pertanyaan di atas, dan jadilah entrepreneur yang berhasil! 


ReplyQuote
Share:


  
Working

Please Login or Register